Ini yang Harus Dipahami Tentang PSBB di Tengah Wabah Corona

Pemerintah akan menerapkan strategi terbaru guna menekan wabah corona yang akan dimulai pada tanggal 10 April 2020. Mulai hari Jumat tersebut, status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan diaktifkan, khususnya di Jakarta. Penerapan metode in iakan diberlakukan minimal selama 14 hari, berdasarkan waktu inkubasi virus corona, atau bisa juga diperlama berdasarkan situasi pasca PSBB.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa program PSBB di Jakarta ini sudah melalui kajian strategis dari berbagai kalangan, dan akan ditekankan pada elemen penegakkan hukum. Ini berarti, berbeda dengan social dan physical distancing yang sebelumnya telah diagendakan, pelanggaran terhadap PSBB dapat dikenai hukuman pidana.

Di waktu yang sama, Anies menuturkan alasan penekanan sisi hukum dari kebijakan ini di Jakarta karena secara prinsip Jakarta sudah jauh lebih siap. Hal tersebut dapat dilihat dari pembatasan ruang publik, penutupan sekolah, pengurangan kegiatan peribadatan yang telah dilaksanakan sejak masa awal pandemi. Beliau menambahkan bahwa kedisiplinan warga DKI akan sangat menentukan kemampuan Jakarta dalam mengendalikan penyebaran virus corona.

Berikut poin-poin penting yang kami rangkum berkaitan PSBB di Jakarta:

  1. Berlaku selama paling cepat 14 hari

Seperti yang tertera di Permenkes No. 9 tahun 2020, pelaksanaan PSBB akan berlaku selama 14 hari sejak disetujuinya peraturan tersebut oleh Menkes, berdasarkan masa inkubasi virus corona terpanjang. Namun, lamanya PSBB masih dapat diperpanjang apabila kasus persebaran COVID-19 masih menunjukkan kenaikan. Dengan demikian, PSBB paling cepat akan berakhir pada 23 April 2020.

  1. Libur sekolah dan tempat kerja tertentu

Kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali diganti dengan kegiatan di rumah dengan media yang kreatif dan efektif. Pemerintah daerah telah memberikan bantuan untuk siswa-siswa DKI dengan kuota internet hingga 30 GB demi kelancaran proses ini. Namun, kegiatan akademik dan penelitian di Lembaga-lembaga yang berkaitan langsung dengan kesehatan tetap dilakukan on the spot.

Sedangkan peliburan tempat kerja akan diganti dengan bekerja dari rumah (WFH). Namun, terdapat 8 sektor usaha yang tetap berjalan selama masa PSBB, antara lain:

  1. Sektor kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, dan industri kesehatan.
  2. Sektor pangan, seperti rumah produksi yang berkaitan dengan makanan dan minuman.
  3. Sektor energi, mencakup air, gas, listrik, dan pompa bensin.
  4. Sektor komunikasi, seperti jasa dan media komunikasi.
  5. Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal.
  6. Sektor logistik yang berkaitan dengan distribusi barang.
  7. Sektor kebutuhan sehari-hari, seperti toko kelontong dan warung.
  8. Sektor industri strategis yang berada di kawasan ibu kota.
  9. Pembatasan kegiatan peribadatan
Baca Juga :  Kenali Tanda-Tanda Hamil Anak Perempuan Berikut Ini

Pada masa PSBB, segala kegiatan agama yang biasa dilakukan di rumah ibadah seperti salat berjamaah, pengajian, dan ibadah minggu dapat dilakukan di rumah dan dihadiri oleh keluarga terdekat saja. Pembatasan ini juga dilaksanakan berdasarkan fatwa ulama dan pandangan Lembaga keagamaan yang resmi di Indonesia, dan diakui oleh pemerintah.

  1. Pembatasan kegiatan di fasilitas umum

Jika sebelum PSBB fasilitas umum seperti bioskop dan kelab malam telah ditutup, kini pembatasannya diperketat dengan penegakkan hukum. Namun, pembatasan ini dikecualikan untuk supermarket, pasar tertentu, serta toko-toko obat dan industri kesehatan.

Selain itu, produksi rumahan yang berkaitan dengan sektor pangan, energi, komunikasi, dan bahan bakar diperbolehkan untuk tetap beroperasi. Pemprov DKI juga melarang adanya kerumunan di atas lima orang selama PSBB dijalankan.

  1. Pembatasan kegiatan sosial budaya

Segala bentuk acara sosial kebudayaan yang membuat kerumunan di atas lima orang akan dibatalkan dan ditindak secara hukum

  1. Pembatasan moda transportasi

Bagian ini menjadi bagian yang paling banyak disoroti karena akan berdampak besar terhadap aktivitas sehari-hari. Pembatasan moda transportasi akan melihat jumlah penumpang dan jarak tiap penumpang. DKI akan membatasi jam operasional yakni pukul 06.00-18.00 WIB. Namun demikian, layanan pesan antar akan tetap berjalan dengan normal.

Untuk kelancaran keuangan di tengah wabah corona, simak tips penting lainnya di https://review.bukalapak.com/finance/tips-keuangan-hadapi-virus-corona-111354

About the author