Serba-Serbi Mesin Las, Dari Jenis Sampai Harga

Umumnya, mesin las ada dua macam: mesin las listrik dan mesin las karbit. Keduanya bekerja dengan cara memanaskan kawat khusus dengan energi panas, untuk las karbit menggunakan zat asetilena berupa gas, sementara las listrik berasal dari energi listrik. Kedua sumber panas tersebut diubah ke dalam bentuk api yang membakar kawat las sampai meleleh sehingga dapat menyambung atau membentuk besi yang dikehendaki. Mesin las karbit cocok untuk pengelasan objek yang tipis dan kecil dan mesin las listrik cocok digunakan untuk objek dengan ketebalan lebih dari 2 mili. Dalam hal ini, mesin las karbit memiliki dimensi yang besar dan teknik untuk menggunakannya terlampau mudah. Sementara itu, mesin las listrik memiliki dimensi yang kecil, mudah dibawa, dan penggunaannya perlu teknik-teknik khusus. 

Pada masa kini, pengelasan menjadi metode sangat penting untuk memproduksi material dalam bentuk logam. Selain untuk menyambung dan membentuk logam, pengelasan juga dapat dilakukan untuk membersihkan dan merekonstruksi objek. Seiring perkembangannya, pengelasan tidak hanya dilakukan dalam bentuk produksi tetapi juga dalam hal rumah tangga. Biasanya, mesin las listrik lebih populer dalam kegiatan rumah tangga karena praktis dan mudah dibeli. 

Mesin las listrik merupakan jenis yang mudah ditemukan di berbagai gerai baik secara online maupun langsung ke toko. Terdapat 3 macam jenis mesin las listrik dengan fungsi dan spesifikasi yang berbeda-beda yaitu (1) MMA/SMAW, merupakan mesin las yang paling banyak digunakan karena daya listrik dan panas yang dihasilkan sangat efisien, (2) TIG, mesin las dengan proses pengelasan yang dikenal cepat, dan (3) MIG, yaitu mesin las  adalah mesin las yang penggunaannya tidak terlalu rumit.  

Untuk memilih mesin las yang akan digunakan, perlu diperhatikan sumber daya yang dimiliki. Jika hendak menggunakan las listrik, pilihlah produk dengan daya kecil sehingga akan hemat listrik. Di pasaran, banyak mesin las yang memiliki duty cycle 30 sampai 60 persen. Namun, bagi kamu yang gemar berburu, mesin las dengan duty cycle 100 persen adalah jenis yang pantas dimiliki. 

Kalau kamu akan menggunakan mesin las listrik dalam waktu yang lama, delapan jam non stop, pilihlah mesin las listrik dengan daya trafo di atas 1500 watt. Namun, jika menggunakannya hanya sesekali selama 2 sampai 4 jam, pilihlah mesin las listrik dengan trafo 900 watt. Produk dengan trafo demikian akan membantu kamu menghitung pengeluaran listrik dengan fleksibel. Sebisa mungkin, carilah mesin las yang memiliki fitur listrik dengan menggunakan jenset, sebab ada saja gangguan listrik yang tiba-tiba.

Sebuah mesin tentu membutuhkan perawatan. Dalam hal mesin las listrik, perhatikan sirkulasi udara ketika penggunaan sehingga tidak menimbulkan overheat. Ada juga beberapa mesin las dengan fitur thermostat yang mampu mendinginkan mesin saat mengalami overheat. Perhatikan pula kebersihan pada unit karena saat proses pengelasan, serbuk besi kerap masuk ke dalam mesin, hal itu kadang menimbulkan konslet. Hindari juga segala tipe cairan untuk menghindari konslet. Segala rangkaian elektronik sangat rentan ketika menghadapi zat cair. Selain itu, pastikan mesin las terpasang pada sumber listrik yang stabil sehingga dapat menjaga generator agar tahan lama. Lebih lanjut, gunakan kawat las sesuai kemampuan mesin sehingga hasil yang dihasilkan akan maksimal.

Mesin las listrik yang canggih dan mahal tidak dijamin sebagai yang terbaik. Berbagai faktor harus diperhatikan. Tentu kita tidak mau memiliki hasil pengelasan yang buruk. Soal harga mesin las, saat ini banyak beredar mesin las yang dibandrol di kisaran harga 600 sampai 700 ribuan. Namun, alangkah baiknya siapkan budget di atas 1,5 jutaan untuk membeli mesin las beserta perintilan yang diperlukan. Hal ini akan membuat hasil pengelasanmu lebih optimal.

 

Baca Juga :  DJI Tello, Drone Praktis Buat Traveling

About the author