Tata Cara, Waktu, dan Keutamaan Puasa Syawal yang Harus Kamu Tahu

Setelah selesai menjalankan puasa Ramadan selama satu bulan penuh, kita dianjurkan untuk melaksanakan puasa Syawal. Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari, pelaksanaannya tidak boleh dilakukan tepat saat Idul Fitri. Puasa Syawal lebih utama dilakukan berurutan pada bulan Syawal. Hal ini dilakukan agar menghindarkan diri dari rasa malas (kalaupun tidak dilakukan berurutan tidak masalah). Adapun keutamaan puasa Syawal selama 6 hari adalah layaknya puasa selama satu tahun penuh.

Kok bisa puasa 6 hari disamakan dengan puasa setahun penuh? Hal ini dikuatkan dengan adanya Hadist berikut:

Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. (Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal).” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil).

Berpuasa Ramadan berjumlah 30 hari, ditambah dengan 6 hari puasa Syawal. Maka jumlah puasa yang dilakukan 36 hari, dikalikan 10 pahala kebaikan, didapatkan angka 360 hari layaknya satu tahun.

Sangat besar bukan pahala menjalankan puasa Syawal? Lalu bagaimana cara pelaksanaannya?

  1. Dilaksanakan selama 6 hari pada Bulan Syawal

Keutamaan puasa Syawal akan didapatkan apabila kita melaksanakan puasa selama 6 hari di bulan Syawal. Puasa 6 hari di bulan Syawal ini sebaiknya atau dianjurkan agar dilaksanakan secara berurutan. Meski begitu, apabila dilakukan tidakĀ  berurutan juga boleh.

Puasa Syawal disarankan untuk segera dilaksanakan, lebih baik sehari setelah hari raya Idul Fitri. Jika tidak memungkinkan, Anda boleh melaksanakannya kapan pun asalkan masih dalam bulan Syawal.

  1. Dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri

Puasa Syawal selama 6 hari selama bulan Syawal lebih utama dilaksanakan sehari setelah hari raya Idul Fitri. Namun jika tidak memungkinkan, kita bisa melaksanakannya kapan saja selama masih dalam Bulan Syawal.

Baca Juga :  Kenali Tanda-Tanda Hamil Anak Perempuan Berikut Ini

Puasa 6 hari di bulan Syawal tidak berlaku lagi bila dilakukan di bulan lainnya. Selain itu, waktu puasa Syawal ini lebih utama bila dilaksanakan sehari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Pada dasarnya menyegerakan waktu puasa Syawal di hari kedua bulan Syawal menunjukkan itikad baik kita dalam bersegera untuk melakukan kebaikan yang dianjurkan Allah SWT.

  1. Lebih utama jika dilaksanakan berurutan

Pelaksanaan puasa Syawal akan lebih utama kalau dilaksanakan secara berurutan dalam enam hari berturut-turut. Apabila tidak memungkinkan dilakukan secara berurutan, bisa dilakukan kapan saja asalkan masih dalam bulan Syawal.

Adapun bila kita melaksanakan Puasa Syawal secara berurutan langsung dalam enam hari, hal ini menunjukkan usaha kita sebagai umat Islam yang berlomba-lomba dalam melaksanakan perintah Allah SWT.

  1. Tunaikan puasa ganti lebih dulu

Jika Anda memiliki utang puasa ramadan yang harus diganti karena berbagai hal yang diperbolehkan berdasarkan syariat, Anda wajib mengganti puasa tersebut terlebih dahulu dibandingkan menjalankan puasa Syawal.

Hal ini dilakukan karena mengganti puasa Ramadan, hukumnya wajib dibandingkan puasa Syawal yang hukumnya sunnah. Apabila seorang muslim tidak menyelesaikan atau mengganti puasa ramadannya yang batal lebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal, keutamaan puasa Syawal ini tidak bisa didapatkan.

 

Untuk mendapatkan informasi lebih banyak mengenai Puasa Syawal, Anda bisa membaca dan mengecek di sini.

About the author