pura lempuyang luhur

Liburan Belum Lengkap Tanpa Mengunjungi Pura Lempuyang Luhur dan Pura Besakih

Memasuki pertengahan tahun bersiaplah untuk masa liburan yang cukup panjang. Sampai saat ini Bali masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat Indonesia untuk berlibur. Bali yang mayoritas penduduknya menganut agama Hindu, memiliki banyak Pura. Terdapat 2 Pura besar yang perlu masuk dalam susunan acara liburan kamu di Bali, yaitu Pura Lempuyang Luhur dan Pura Besakih.

Pura adalah sebutan untuk tempat ibadat agama Hindu di Indonesia. Sebutan ini berasal dari Bahasa Sanskerta (-pur, -puri, -pura, -puram, -pore) yang artinya adalah kota, kota berbenteng, atau kota dengan Menara atau istana. Dalam perkembangannya nama “pura” menjadi dikhususkan sebagai sebutan untuk rumah ibadat, dan “puri” sebagai tempat tingga para raja.

Liburan Belum Lengkap Tanpa Mengunjungi Pura Lempuyang Luhur dan Pura Besakih

Pura Lempuyang Luhur

( Foto : Atlas Obscura )

Pura ini berada di ketinggian 1.175 meter di atas permukaan laut, terletak di kecamatan Abang Kabupaten Karangaem. Tepatnya di ujung timur pulau Bali. Untuk mencapai puncak Pura, pengunjung harus menaiki tangga yang cukup curam  dengan lebih dari 1700 anak tangga. Disepanjang jalan pendakian pengunjung akan bertemu dengan banyak sekali monyet. Monyet – monyet tersebut adalah penghuni hutan pegunungan yang ada disekitarnya.

Untuk mencapai lokasi Pura Lempuyang Luhur, anda hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi. Waktu tempuh dari Denpasar menggunakan motor kurang lebih 2 jam. Dengan rute dari Denpasar melalui kota Amplapura.

Kegiatan yang paling penting dilakukan di Pura Lempuyang Luhur adalah menikmati keindahan sunset yang tampak berwarna keemasan. Dengan Spot terbaik berfoto adalah di gerbang atau candi Bentar. Karena keindahan tersebut, pintu ini disebut dengan Gates of Heaven Bali.

Seperti pura – pura suci lainnya di Bali, pengunjung diwajibkan memasuki wilayah pura menggunakan kain. Untuk yang tidak membawa, tidak usah khawatir karena di sana terdapat tempat penyewaan dengan harga yang tidak mahal yaitu hanya Rp. 10.000,-. Biaya masuknyapun sangat terjangkau hanya Rp.5.000,- per mobil.

Baca Juga :  Pengalaman Mendengarkan Musik Terbaik dengan Speaker Aktif Polytron PAS 27

Pura Besakih

( Foto : Youtube )

Satu lagi Pura yang paling dianggap Pura tertua dan paling dihormati, Pura Besakih. Pura ini terletak di Desa Besakih Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem. Pura ini terdiri atas 1 Pura pusat dan 18 pura lain yang mengelilinginya. Dipercaya bahwa di pura inilah wahyu Tuhan pertama diterima oleh Hyang Rsi Markendya, yang merupakan cikal bakal agama Hindu.

Di antara komplek pura ini terdapat pura terbesar, yaitu Pura Penataran Agung. Di pura ini terdapat 3 arca dari sifat Tuhan Tri murti yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewi Siwa. Dewa Brahma melambangkan Dewa Pencipta, Dewa Wisnu melambangkan Dewa Pemeliharan, dan Dewa Siwa sebagai lambing Dewa Pelebur atau Reinkarnasi.

Berdasarkan kepercayaan Agama Hindu Dharma, memiliki keterkaitan latar belakang dengan Gunung Agung. Gunung Agung sendiri merupakan gunung tertinggi di pulau Bali, dipercaya pusat pemerintahan Alam Arwah, Alam Para Dewata yang diutus Tuhan untuk wilayah pulau Bali.

Harga tiket masuk ke pura ini adalah Rp. 30.000,- per orang. Cara menuju ke pura ini menggunakan mobil pribadi dengan waktu tempuh perjalanan 2 jam dari Kuta.

Itulah dua pura penting yang wajib kamu datangi saat berlibur di Bali. Pemandangan masyarakat Bali yang sedang bersembahyang memberikan kesan tersendiri. Kekhusukannya, dilengkapi dengan kecantikan budaya yang tampak pada setiap ritualnya.

About the author