PPh 22 Adalah

Yuk Kenali Pajak Penghasilan Pasal 22 atau PPh 22!

PPh 22 AdalahBadan Usaha Milik Negara atau yang disingkat BUMN memiliki peran penting pada perkembangan ekonomi di Indonesia. Kontribusi BUMN ternyata selain dari penjualan barang mereka yang dilakukan baik secara impor dan ekspor maupun di ranah dalam negeri, adalah lewat pajak. Pajak itu dikenal sebagai Pajak Penghasilan yang tercantum pada undang-undang tepatnya pasal 22 sehingga pajak itu pun dikenal sebagai PPh 22 guys.

Lalu, apa itu Pajak Penghasilan Pasal 22 itu? Apa manfaatnya untuk perekonomian negeri? Siapa yang memungut pajak ini? Berapa tarif yang dikenakan pada pajak ini?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, mari kita simak uraian berikut ini yuk!

Pajak Penghasilan Pasal 22 atau PPh 22 adalah pejak penghasilan yang dibebankan kepada badan usaha tertentu guys, seperti BUMN maupun swasta yang melakukan aktivitas perdagangan khususnya dibidang ekspor, impor, maupun bidang reimpor. Dengan begitu, pajak penghasilan ini sangat berdampak dan bermanfaat bagi perekonomian di negara kita ini guys. Tanpa adanya pajak penghasilan itu, negara Indonesia tercinta ini kesulitan untuk mengembangkan upaya kesejahteraan rakyat. Pajak penghasilan berfungsi sebagai salah satu sumber pemasukkan terbesar di Indonesia, lho! Makanya, dengan membayar pajak penghasilan itu, tercipta dampak yang sangat signifikan untuk upaya kesejahteraan rakyat. 

Lalu siapa saja yang berhak untuk memungut hasil pajak yan telah ditentukan ini? k nmenghindari pungutan liar atau pungli, pemungut pajak penghasilan adalah para petinggi seperti Direktorat Jenderal Bea da Cukai, Direktorat Jenderal Pembendaharaan, Bandahara Pemerintah Pusat, dan orang-orang kepercayaan pemerintah yang memiliki jabatan yang tinggi, guys.

Objek yang dipungut Pajak Penghasilan Pasal 22 pun tidak menyasar semua rakyat Indonesia. Pajak Penghasilan ini memfokuskan pungutan pajak yang khusus ini kepada perusahaan-perusahaan seperti Bank Indonesia, Badan Urusan Logistik, Perusahaan Aset, dan lain-lain yang memiliki penghasilan yang sangat besar dan aktif melakukan perdagangan dalam maupun luar negeri.

Tarif PPh 22

Mengenai tarif PPh 22, tidak ada patokan pemungutan biaya pajak terhadap perusahaan atau objek yang telah disebutkan tadi. Pemerintah tidak memukul rata tarif biaya pungutan pajak penghasilan. Mereka, pemerintah, mengklasifikasikan tarif pungutan pajak sesuai ketentuan menurut undang-undang guys. Seperti misal barang impor. Barang impor, dari Peraturan Menteri, dikenakan tarif sebesar sepuluh persen (10%) dari value atau nilai barang impor tersebut. Adapun beberapa barang impor yang diklasifikasikan mengenai tarif sebesar tujuh koma lima persen atau 7,5% dari value barang tersebut.

Untuk barang impor lain yang telah dicap dengan Angka Pengenal Impor yang disingkat API, dipungut biaya sebesar dua setengah persen (2,5%) dari value barang tersebut. Lalu, jika barang impor tersebut berupa tumbuhan nabati, dikenakan tarif nol koma lima persen (0,5%). Akan tetapi, jika barang-barang impor tersebut tidak memiliki cap API, tarif pungutan pajaknya dikenakan sebesar tujuh koma lima persen (7.5%) dan dipukul rata.

Tak hanya barang impor, barang yang perusahaan-perusahaan ekspor pun dikenakan pajak penghasilan ini. Perusahaan yang mengekspor kebutuhan komoditas seperti batu bara, dan mineral lainnya dikenakan tarif sebesar satu koma lima persen (1.5%) dari value pembelian komoditas tersebut. 

Nah, kira-kira begitu guys informasi mengenai Pajak Penghasilan Pasal 22 atau PPn 22 ini Bagaimana? Informasi ini tentunya sangat berguna dong untuk kalian. Semoga setelah membaca ini, kalian lebih memahami tentang pajak ya!

Baca Juga :  Begini Strategi Jitu Atur Keuangan dengan Gaji UMR Jakarta

About the author